Kamis, 21 Mei 2015

UJI KEABSAHAN DATA

Uji keabsahan data, merupakan jaminan peneliti bahwa data yang diperoleh merupakan data yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan. kebenarannya. Pada penelitian kuantitatif, uji kredibilitas data ini memiliki posisi yang sama dengan uji validitas dan uji realibilitas data. Uji kredibilitas data ini merupakan salah satu hal yang menjawab pertanyaan apakah penelitian kualitatif itu bisa disebut ilmiah atau tidak. Moleong mensejajarkan beberapa istilah pengujian ini dalam kuantitatif dengan kualitatif seperti berikut:
1. Berbicara nilai kebenaran, dalam kuantitatif adalah validitas internal yang sama maknanya dengan kredibilitas (derajat kepercayaan) dalam kualitatif.
2. Mengenai Aplikabilitas, dalam kuantitatif ditunjukkan pada validitas eksternal, sedangkan dalam kualitatif adalah transferabilitas (keteralihan).
3. Dalam hal konsistensi, kuantitatif ditunjukkan pada uji realibilitas, sedangkan dalam kualitatif ditunjukkan pada dependabilitas (kebergantungan).
4. Sedangkan netralitas, dalam kuantitatif disebut obyektivitas sedangkan dalam kualitatif disebut konfirmabilitas (kepastian).

Moleong juga mengatakan bahwa untuk melakukan uji keabsahan data itu dapat dilakukan sesuai dengan poin-poin di atas. Untuk menguji kredibilitas data dapat dilakukan dengan:
1. Perpanjangan keikutsertaan
2. Ketekunan pengamatan
3. Triangulasi
4. Pengecekan teman sejawat 
5. Kecukupan referensi
6. Kajian kasus negatif
7. Pengecekan anggota (member check)
Tujuh poin di atas bagi sebagian pakar mengatakan dengan sedikit berbeda, misalnya perpanjangan keikutsertaan yang dikatakan Moleong ini, pendapat pakar lain menyebut dengan perpanjangan pengamatan, sedangkan ketekunan pengamatan akan disebut dengan peningkatan ketekunan.

Agar dapat memahami lebih baik dan detil lagi, silahkan pelajari buku-beuku metodologi penelitian seperti:
1. Lexy J. Moleong, berjudul Metodologi Penelitian Kualitatif
2. Sugiyono, berjudul Memahami Penelitian Kualitatif
3. Sulistyo Basuki, berjudul Metode Penelitian
4. dll